www.kemenagkotakediri.id-(Inmas)Menjadi guru adalah profesi mulia yang menjadi benteng kekuatan sebuah bangsa, dengan tugas yang sangat berat, seorang guru memiliki tugas mencerdaskan generasi bangsa berakhlak dan berkarakter. Maka perlu adanya pelatihan dan bekal untuk mencerdaskan anak bangsa.

Hal itu disampaikan kepala Sub Bagian Tata Usaha Kemenag Kota kediri Dawut Maulan, S.Pd pada saat membuka Kegiatan Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka bagi 81 guru semua jenjang mulai TK, SD, SMP dan SMA se kota Kediri.di lingkungan Kementerian Agama kota Kediri di Aula Al Ikhlas Kemenag kota Kediri, pada,Rabun (23/08) Pagi.

Dalam kegiatan yang diselenggarakan seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kemenag kota Kediri tresebut, Dawut memberikan Motivasi kepada seluruh undangan untuk senantiasa tetap semangat dan ikhlas dalam menjalankan tugasnya untuk mencerdaskan siswa dan siswi generasi bangsa.

Menurut Dawut, kualitas dan karakter anak bangsa yang akan datang, salah satu faktor penentunnya adalah peranan guru PAI. Ia berharap dengan adanya Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka di kalangan guru PAI Kemenag kota Kediri, bisa memberik masukan dan wawasan pengalaman bagi guru PAI yang ada di kota Kediri.

“Saya yakin dan berharap dengan hasil Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka ini, guru PAI yang ada di bawah naungan Kemenag kota Kediri khususnya, mampu memberikan dampak yang sangat luar biasa untuk perkembabngan anak didik kita” harap Dawut.

Sebelum mengakhiri sambutanya, Dawut berpesan kepada seluruh yang hadir untuk lebih maksimal dalam memberikan bimbingan dan arahan kepada anak didik, setelah mengikuti Workshop tersebut, mengingat guru adalah ujung tombak peradaban anak bangsa.

“Bapak ibu, saya minta dan berharap diera yang semakin maju ini, saya harapkan panjenengan lebih maksimal dalam membentuk generasi bangsa kita, karena keberadaan bapak ibu sebagai Benteng yang akan melindungi bangsa secara tidak langsung melalui pendidikan” pesan Dawut

Dalam kesempatan yang saman, Kepala seksi PAIS Kemenag Kota Kediri Abdul Basith, menambahkan, tujuan diadakannya workshop tersebut adalah, untuk memberikan wawasan dan gagasan baru terkait implementasi kurikulum merdeka bagi guru PAI. Menurut Basith, Keberhasilan suatu kegiatan pendidikan dipandang perlu adanya kurikulum yang memberikan kebebasan peserta didik untuk menyapaikan ide gagasan dan pendapat tanpa ada tekanan dan keterpaksaan. Untuk itu peran guru PAI dalam Kementerian agama diberikan bekal melalui Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka

Selanjutnya, turut hadir dalam kegiatan tersebut, pengawas madrasah Kementerian Agama kota Kediri. Kegiatan yang selenggarakan selama dua hari tersebut, peserta diberikan materi yang disampaikan oleh Laili Paulina Choirunnisak, S.Pd.I, M.Pd.I dari MAN 2 Kediri. (aly)

Share This :

By HUMAS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *